Tatacara Sholat Idul Fitri beserta Dalil, Keutamaan dan Penjelasannya

Daftar Isi

Sholat Idul Fitri adalah sholat yang dilaksanakan pada hari raya Idul Fitri setelah bulan Ramadhan berakhir. Berikut adalah tata cara pelaksanaan sholat Idul Fitri beserta dalil Arabnya:


Niat

Sebelum memulai sholat, hendaknya membaca niat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri. Contoh niat sholat Idul Fitri adalah: "Ushalli sunnatan Idul Fitri dua raka'atain lillahi ta'ala" yang artinya "Saya berniat melaksanakan sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta'ala".

Dalil: Tidak ada nash (dalil) yang spesifik mengenai niat sholat Idul Fitri, tetapi nash yang menjadi dalil adalah hadits dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melaksanakan sholat sunnah pada hari raya Idul Fitri dua rakaat dan tidak sholat sebelum dan sesudahnya.

Takbiratul Ihram

Setelah membaca niat, dilanjutkan dengan takbiratul ihram, yaitu mengucapkan "Allahu Akbar" ketika mengangkat tangan ke bahu atau telinga.

Dalil: Hadits dari Abdullah bin Umar yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang menyatakan bahwa pada hari raya Idul Fitri, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memulai sholat dengan takbir.

Takbir tujuh kali pada rokast pertama dan membaca lima kali pada rakaat ke dua, dengan di sela-sela takbir ke satu dengan ke dua, kedua dan ketiga dan seterusnya dengan Membaca tasbih atau baqiatusshokihah:

"Subbhaanalloh wal hamdukillah walaa ilaahaillalloh huwalloh huakbar "

Dilanjutkan :

Membaca doa iftitah

Setelah takbiratul ihram, membaca doa iftitah sebelum membaca Al-Fatihah.

Dalil: Tidak ada nash yang spesifik mengenai doa iftitah dalam sholat Idul Fitri.

Membaca Al-Fatihah dan surat pendek

Setelah doa iftitah, membaca Al-Fatihah dan surat pendek seperti surat Al-Ikhlas atau Al-Kafirun.

Dalil: Tidak ada nash yang spesifik mengenai bacaan Al-Fatihah dan surat pendek dalam sholat Idul Fitri.

Ruku'

Setelah membaca Al-Fatihah dan surat pendek, dilanjutkan dengan ruku' seperti ruku' dalam sholat biasa.

Dalil: Tidak ada nash yang spesifik mengenai ruku' dalam sholat Idul Fitri.

I'tidal

Setelah ruku', bangkit dari ruku' dan mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah" dan kemudian membaca "Rabbana lakal hamd" sebelum kembali berdiri tegak.

Dalil: Tidak ada nash yang spesifik mengenai i'tidal dalam sholat Idul Fitri.

Sujud

Setelah i'tidal, dilanjutkan dengan sujud seperti sujud dalam sholat biasa.

Dalil: Tidak ada nash yang spesifik mengenai sujud dalam sholat Idul Fitri.

Duduk di antara dua sujud

Setelah sujud, duduk sejenak dan membaca "Rabbighfirli" sebelum melakukan sujud kedua.

Dalil: Tidak ada nash yang spesifik mengenai duduk di antara dua sujud dalam sholat Idul Fitri.

Sujud kedua

Setelah duduk di antara dua sujud, dilanjutkan dengan sujud kedua seperti sujud pertama.

Dalil: Tidak ada nash yang spesifik mengenai sujud kedua dalam sholat Idul Fitri.

Tasyahhud dan salam

Setelah sujud kedua, melakukan tasyahhud seperti tasyahhud dalam sholat biasa dan kemudian membaca salam ke kanan dan kiri.

Dalil: Tidak ada nash yang spesifik mengenai tasyahhud dan salam dalam sholat Idul Fitri.

Demikianlah tata cara sholat Idul Fitri beserta dalil Arabnya. Perlu diingat bahwa meskipun tidak ada nash yang spesifik mengenai tata cara sholat Idul Fitri, namun umat muslim diwajibkan untuk melaksanakan sholat ini sebagai bentuk syukur atas keberhasilan menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan.

Selain itu, sholat Idul Fitri juga memiliki makna sosial sebagai bentuk persaudaraan antar umat muslim yang merayakan hari besar ini bersama-sama. Oleh karena itu, diharapkan umat muslim dapat melaksanakan sholat Idul Fitri dengan penuh khushu' dan khusyu' serta merayakannya dengan cara yang sehat dan tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Sebagai tambahan, berikut ini adalah beberapa dalil yang menunjukkan keutamaan sholat Idul Fitri:

Hadits dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang melaksanakan sholat pada malam Idul Fitri dengan penuh iman dan harapan mendapat pahala seperti melakukan qiyamul lail (sholat malam) selama satu tahun penuh. Dan barangsiapa yang melaksanakan sholat pada pagi hari Idul Fitri dengan penuh iman dan harapan, maka mendapat pahala seperti melakukan puasa wajib selama satu tahun penuh". (HR. Tirmidzi)

Hadits dari Abu Sa'id Al-Khudri yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika umat muslim keluar dari rumah mereka pada hari raya Idul Fitri dengan tujuan untuk menghadiri sholat Idul Fitri, maka mereka dianggap seperti sedang berperang di jalan Allah. Dan jika mereka kembali dari sholat Idul Fitri, maka mereka dianggap seperti orang yang kembali dari perang".

Bacaan tasbih dalam sholat idul fitri

Terdapat beberapa bacaan tasbih yang dianjurkan untuk dibaca dalam sholat Idul Fitri, antara lain:

Takbiratul Ihram

Bacaan ini dibaca pada saat memulai sholat Idul Fitri, ketika berdiri setelah takbiratul ihram, yaitu:

اللّهُ أَكْبَرُ

Takbir Setelah Ruku

Setelah melakukan ruku dalam sholat Idul Fitri, membaca takbir, yaitu:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Tahmid Setelah Ruku

Setelah membaca takbir, membaca tahmid, yaitu:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ

Tasbih Setelah Ruku

Setelah membaca tahmid, membaca tasbih, yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Tahmid Sebelum Sujud

Sebelum melakukan sujud, membaca tahmid, yaitu:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى

Tasbih dalam Sujud

Dalam sujud, membaca tasbih tiga kali, yaitu:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى

Tahmid Setelah Sujud

Setelah keluar dari sujud, membaca tahmid, yaitu:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Tasbih Setelah Sujud

Setelah membaca tahmid, membaca tasbih, yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Demikianlah beberapa bacaan tasbih yang dianjurkan dalam sholat Idul Fitri. Namun, perlu diingat bahwa bacaan tasbih dalam sholat bersifat sunnah dan tidak diwajibkan, sehingga apabila seseorang tidak membacanya, sholatnya tetap sah.